Toyota Siapkan Teknologi V2V Buat Mobil Masa Depan


Tags: ,

Masih ingatkah Anda pada V2V ? Ini merupakan nama untuk sebuah teknologi canggih yang memungkinkan mobil dapat saling berkomunikasi kala di jalan raya. Memiliki nama lengkap ‘Vehicle-to-Vehicle (V2V) Communications for Safety’, teknologi ini diplot sebagai solusi buat mobil masa depan, guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu-lintas.

Klub Berita menduga bahwa kita masih butuh waktu 20 tahun lagi sebelum teknologi itu benar-benar diwujudkan dalam industri otomotif. Rupanya dugaan itu tidak tepat karena mulai akhir tahun depan pabrikan mobil Toyota berencana untuk memasang teknologi V2V tahap percobaan pada beberapa model mobil Toyota tertentu.

BAGAIMANA CARA KERJA V2V ?

Sederhananya, Vehicle-to-Vehicle (V2V) yang dipasang di dalam mobil akan memberi peringatan pada pengemudinya agar menghindari tabrakan. Dari hasil pengujian yang dilakukan oleh Badan Akuntabilitas Pemerintah (GAO) Amerika Serikat, ditemukan bahwa V2V dapat memberi peringatan 76% kemungkinan tabrakan bagi pengemudinya.

V2V – Teknologi mobil bicara satu sama lain

Dengan teknologi V2V yang dalam sistem kerja-nya mengandalkan data dari GPS atau pemandu posisi satelit global, setiap pengemudi bisa mengetahui kehadiran pengemudi lain dari jarak tertentu tanpa perlu melihatnya secara langsung. Setiap mobil seolah saling bicara atau berkomunikasi satu sama lain, untuk menunjukkan kehadiran masing-masing ketika berada di jalan yang sama. Tak itu saja, teknologi ini juga bisa mendeteksi adanya objek tertentu di sekitar mobil ketika sedang melaju. Dengan begitu maka selain dapat memperkecil kemungkinan terjadinya tabrakan antar mobil, teknologi ini juga bisa memperkecil terjadinya kejadian dimana mobil menabrak pejalan kaki.

BAGAIMANA TEKNOLOGI V2V ala TOYOTA ?

Meskipun memiliki konsep yang sangat jelas, namun penerapan V2V pada kendaraan masa depan kelak diperkirakan bakal berbeda antar satu produsen dengan produsen lainnya. Hal ini juga berlaku pada Toyota yang rencananya bakal mengembangkan teknologi V2V agar tak hanya bisa berkomunikasi dengan mobil saja, melainkan juga bisa berkomunikasi dengan lampu-lampu lalu-lintas dan rambu-rambu di persimpangan jalan yang bisa mengabarkan pada mobil mengenai kondisi lalu-lintas di persimpangan apakah sedang dalam keadaan aman atau tidak.

WOW!  Toyota Mirai Fuel Cell Electric Vehicle - Mobil Berbahan Bakar Hidrogen

Entah bagaimana cara Toyota melakukan itu, tapi yang pasti nantinya pengemudi akan menerima peringatan dalam bentuk suara maupun audio visual ketika ada mobil lain di sisi lain yang beresiko dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan.

Sebagai langkah tambahan, Toyota juga terus menyempurnakan teknologi keselamatan Safety Sense yang akan diwujudkan pada akhir 2017 kelak. Adapun penyempurnaan Safety Sense ini meliputi penambahan laser dan millimeter-wave radar untuk membantu fungsi lane-keep assist (yang menjaga mobil tidak berpindah jalur tanpa disengaja) dan collision avoidance (pencegah kecelakaan).

Sektor penerangan juga tak luput dari penyempurnaan dengan memaksimalkan penggunaan lampu depan adaptive LED yang bisa menerangi ruang antara mobil dan mobil lain dari depan tanpa menyilaukannya. Negara yang pertama kali akan menikmati Safety Sense ini adalah penduduk Jepang, sebelum kemudian diteruskan pada pelanggannya di Amerika Serikat dan Eropa.

TEKNOLOGI V2V UNTUK SEMUA MOBIL

Teknologi yang sedemikian cerdas ini diperkirakan dapat menjadi sangat bermanfaat jika diterapkan pada seluruh mobil yang beroperasi di jalan raya. Untuk ke depannya, badan National Highway Traffic Safety Administration akan mewajibkan setiap mobil di Amerika Serikat untuk menggunakan teknologi V2V mengingat angka kecelakaan lalu-lintas yang sangat tinggi di negeri Paman Sam tersebut yang mencapai angka 600.000 kecelakaan dan menyebabkan 1000 kematian setiap tahunnya.

Yang perlu diingat, teknologi V2V mungkin hanya bisa diterapkan pada mobil-mobil baru di masa depan. Pasalnya teknologi ini menerapkan berbagai fitur canggih dengan harga mahal yang bisa jadi sangat membebankan pemilik mobil jika diwajibkan untuk dipasang pada mobil-mobil keluaran tahun lawas.

Kira-kira apakah mungkin mobil-mobil Indonesia mendapat fitur canggih seperti ini ? Kita tunggu saja kabarnya beberapa tahun yang akan datang.

WOW!  Ford Pre-Collision Assist with Pedestrian Detection