Bio-Filter CO2ube Bikin Mobil Jadi Ramah Lingkungan


Dewasa ini, kampanye untuk menghijaukan kembali bumi kita yang kian lama kian terkikis oleh banyaknya pencemaran makin sering digalakkan untuk menggapai semua sektor kehidupan. Dunia otomotif termasuk salah satu sektor yang tak ketinggalan untuk mendukung konsep tersebut. Beragam gagasan brilian terus lahir dan dikembangkan baik oleh industri langsung maupun pendukung industri otomotif di hampir seluruh dunia. Semuanya memiliki satu tujuan yang sama, yakni memikirkan bagaimana caranya dapat menghasilkan produk otomotif yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu gagasan baru yang muncul tersebut adalah teknologi yang dinamai CO2ube (baca: Si-O-cub). Teknologi ini ditemukan oleh 2 orang pemuda bernama Param Jaggi dan Jonny Cohenyang mengklaim bahwa CO2ub sanggup mengurangi emisi CO2 jika dipasang pada sebuah kendaraan. Dengan begitu maka teknologi ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah polusi udara yang tengah dipusingkan saat ini.

Apa itu CO2ube ?

CO2ube pada dasarnya adalah sebuah bio-filter yang dipasang pada ujung tabung knalpot sebuah kendaraan. Filter yang merupakan turunan dari teknologi bio reaktor ini mengandung ganggang yang dikombinasikan dengan natrium hidroksida sehingga mampu mengonsumsi CO2. Proses biokimia tersebut dapat mengubah CO2 menjadi komponen-komponen yang tidak berbahaya.

Apa keunggulan CO2ube ?

Para pencipta CO2ube mengatakan bahwa metode mereka lebih unggul dibandingkan dengan teknologi penangkap karbon karena pada CO2ube, karbon tidak dikeluarkan kembali ke lingkungan sekitar. Melainkan diolah terlebih dahulu menjadi komponen yang aman untuk lingkungan sekitar.

Berapa harga CO2ube ?

Mengingat teknologi ini masih seumur jagung (Kickstarter project) dan masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut, untuk bisa memanfaatkan teknologi ini maka pengguna kendaraan harus mengeluarkan uang yang cukup banyak. Biaya yang dibutuhkan untuk membeli 1 filter CO2ube adalah US$ 35. Bio-filter CO2ube tersebut dapat digunakan dan berfungsi di hampir semua jenis kendaraan. Setiap 8 hingga 10 minggu sekali, filter tersebut harus diganti dengan yang baru. Jika dikalkulasikan untuk penggunaan selama 1 tahun maka dibutuhkan biaya US$ 500 atau sekitar Rp 4.000.000 per tahunnya. Cukup mahal untuk sebuah solusi menghijaukan bumi, di tengah kesadaran masyarakat yang sangat rendah.

WOW!  Inilah 5 Perbedaan Teknologi Motor Honda Vs Yamaha